Pagi yang membawa ku pada sebuah jendela pertemuan
Dimana dua pasang mata bertatapan tanda kedipan
Dan beberapa daun bejatuhan diantara kami
Diiringi tiupan angin yang menjadi saksinya
Tawaran senyum manis lalu muncul di pandangan ini
Dan tak lama terasa kehangatan dari tatapan itu
Membuat mulut ini rasanya tak ingin melepas senyum itu
Ketika awan mulai menjadi biru
Terlintas kau di sebuah pagar bersama orang lain
Bersama orang yang tak ku kenal
Saling menyapa dan menebar tawaran
Senyum ini telah berhenti di situ
Ku membisu di antara lalu lalang mereka
Disaat langit mulai kemerah-merahan
Ku telah sedikit lupa tentang kau
Namun tak begitu lama
Aku lihat sebuah tulisan mu yang menyapaku
Bimbang hati ini harus menanggapinya
Senyumkah ataukah membisu di depannya
Ingin rasanya ku tak membalasnya namun apa daya ku
Hati ku begitu lunak di depannya
Dan saat menjelang ku tutup mata ini
Ku teringan semua tentangnya hari ini
Pertanyaan itu memenuhi fikiranku
Ku ingin tahu siapa aku ini di hidupmu, lalu
Ku tutup hari ini dengan bayang-bayang mu di hari ini
Dan semua itu terjadi di setiap lembaran kehidupan setelah aku bertemu dirimu
By: w.mestika.n







0 komentar:
Posting Komentar