Sampai kapan ???
Tak tahu......
Sampai kapan???
Mungkin sampai aku lelah
Sampai kapan?
Hingga seseorang pangeran menjemputku
Sampai kapan???
Sampai Tuhan menghendaki
Sampai kapan???
Sampai kapan???
Dan
Sampai kapan???
Mungkin sampai pertanyaan itu tak ku dengar lagi.
SAMPAI KAPAN
ROSSA " AKU BUKAN UNTUK MU "
Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun tak pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku
Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Disaat ku mulai mengharapkanmu
Dan kumohon maafkan aku
Aku menyesal tlah membuatmu menangis
Dan biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti itu terbaik untukmu
Janganlah lagi kau mengingatku kembali
Aku bukanlah untukmu
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Untuk diriku
Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Disaat ku mulai mengharapkanmu
Dan kumohon maafkan aku
Aku menyesal tlah membuatmu menangis
Dan biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti itu terbaik untukmu
Janganlah lagi kau mengingatku kembali
Aku bukanlah untukmu
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Untuk diriku
==>
Hidup bukanlah sebuah skenario yang kita rancang sendiri
Rencana Tuhan itu lebih indah jika kita
"Ketika kau disampingku....
"Selalu menemaniku
"Ketika aku terbang bahagia
"Maupun disaat aku terjatuh
"Aku tak pernah merasakannya
"Yang ku tahu dia hanya seorang teman yang selalu ada buatku
"Dan tak pernah aku sangka ada rasa yang kau simpan untuk diriku
"Namun, baru ku sadari hari ini
"Disaat ku telah bersama yang lain
"Dan dirimu perlahan menjauhiku
"Disebuah jalan ku lihat kau bersamanya
" Namun matamu masih melihatku
"Dan ketika aku berbalik badan
"Ku lihat diriku telah sendiri
"Dan kini aku menyesalinya
"Namun tak mungkin ku memintamu kembali
"Karena disampingmu sekarang ada dirinya
"Meski pun aku menangis
"Tetaplah kau bersamanya
"Karena aku tak mau menyakiti perasaannya
"Dan biarlah kita pendam apa yang kita rasakan
SEPENGGAL KISAHKU
aku bukan seorang yang istimewa
juga bukan seorang yang sempurna
aku hanyalah seorang yang sederhana
yang hidup dengan apa adanya
aku memiliki banyak cerita hidup
namun hanya sepenggal yang bisa kuungkapkan
aku selalu ingat
ketika aku tertawa bahagi
ketika aku menangis sedih
ketika aku bosan dan jenuh
ketika aku merindu sebuah waktu
ketika aku dihadapkan oleh seuah kebimbangan
ketika aku merasakan yang namanya kesunyian
ketida aku harus menentukan jalan hidupku
ketika aku terbawa oleh arus kehidupan
dan ketika aku tersenyum dalam tangisku
mereka silih berganti menemaniku..,
layaknya bayangan di dalam hidupku.,
Kertas Putih
Di selembar kertas putih
Sebuah pena bergerk mengikuti hati
Kekanan, kekiri terbawa suasana diri
Terhenti sejenak lalu berfikir
Alangkah indahnya kertas ini jika diberi warna
Sebuah tangan melangkah
Merajut pena dengan sejuta peristiwa
Hitam putihnya kehidupan di dunia
Hangat dinginnya atmosfer di sebuah tempat
Terlukiskan semua itu disebuah kertas putih
Bermacam gambaran telah tertuang dikertas itu
Hingga kini tak ternama kertas putih lagi
Sebuah tinta emas lalu tertuang di pena
Mengisi barisan terakhir kertas itu
San tangan lalu bimbang
Dengan tulisan yang kan tertulis
Tangan ini pun bergerak menggarakkan pena
Lalu terangkai sebuah kata yang indah
WARNA WARNI KEHIDUPAN
Selembar kertas putih tlah sempurna
Namun semua tak berhenti disini
Masih ada ribuan lembarn kertas putih yang belum terisi
By:Wahyu Mestikaningrum
Air laut
Desiran itu mulai terdengar
Disaat awan mulai menegok ke timur
Sebuah pemandangan nan indah
Luas dan meninggalkan jejak
Langit itu mulai memanas
Membuatnya makin membiru
Makin lama..,desiran itu
Terdengar begitu keras dan menggalun mendu
Terlihat beberapa dari mereka
Bermain-main disampingnya
Banyak dari mereka berteriak
Semua itu tak kan bisa habis
Disaat matahari akan tenggelam
Warnannya kian berubah mengikuti warna awan
Namun desiran-desiran itu makin menggelombang
Tak kunjung diam
Semakin langit itu terlihat tua
Desiran itu semakin menunjukkan keelokannya
Semakin indah dipandang mata
Semua itu tak pernah berhenti
Dan tak kan pernah musnah di makan waktu
Tak kan berhenti bergelombang
Hingga membuat mereka yang melihat mereka menjadi tentram
Mata-mata itu tak henti-hentinya memandang keindahan itu
Yang akan hilang bila semua ini telah tiada pula.
By:wahyu mestika n
ALL ABOUTE YOU
Pagi yang membawa ku pada sebuah jendela pertemuan
Dimana dua pasang mata bertatapan tanda kedipan
Dan beberapa daun bejatuhan diantara kami
Diiringi tiupan angin yang menjadi saksinya
Tawaran senyum manis lalu muncul di pandangan ini
Dan tak lama terasa kehangatan dari tatapan itu
Membuat mulut ini rasanya tak ingin melepas senyum itu
Ketika awan mulai menjadi biru
Terlintas kau di sebuah pagar bersama orang lain
Bersama orang yang tak ku kenal
Saling menyapa dan menebar tawaran
Senyum ini telah berhenti di situ
Ku membisu di antara lalu lalang mereka
Disaat langit mulai kemerah-merahan
Ku telah sedikit lupa tentang kau
Namun tak begitu lama
Aku lihat sebuah tulisan mu yang menyapaku
Bimbang hati ini harus menanggapinya
Senyumkah ataukah membisu di depannya
Ingin rasanya ku tak membalasnya namun apa daya ku
Hati ku begitu lunak di depannya
Dan saat menjelang ku tutup mata ini
Ku teringan semua tentangnya hari ini
Pertanyaan itu memenuhi fikiranku
Ku ingin tahu siapa aku ini di hidupmu, lalu
Ku tutup hari ini dengan bayang-bayang mu di hari ini
Dan semua itu terjadi di setiap lembaran kehidupan setelah aku bertemu dirimu
By: w.mestika.n
KEHENINGAN (Malam di sebuah pesisir)
Malam di sebuah pesisir
Kertipan bintang itu mulai bermunculan
Disaat semua terenung diam
Kala petang malam makin melarut
Tak ada suara sedikit pun dari sang laut
Sehembus dekuran ombak pun tak ada
Yang tertinggal hanyalah kegelapan yang merubah warna laut
Tak ada suara lalu lalang sebuah keramaian
Yang ada hanya denting jam tangan yang berirama sendu
Tak ada sebuah pembicaraan dari orang
Yang ada hanya jejak kaki mereka yang terhapus angin dan gulungan air pantai
Semakin terasa hening di saat sang rembulan kan berjalan makin ke atas
Terasa seperti tak ada kehidupan.
BY: Wahyu Mestikaningrum












