Kertas Putih


Di selembar kertas putih

Sebuah pena bergerk mengikuti hati

Kekanan, kekiri terbawa suasana diri

Terhenti sejenak lalu berfikir

Alangkah indahnya kertas ini jika diberi warna

Sebuah tangan melangkah

Merajut pena dengan sejuta peristiwa

Hitam putihnya kehidupan di dunia

Hangat dinginnya atmosfer di sebuah tempat

Terlukiskan semua itu disebuah kertas putih

Bermacam gambaran telah tertuang dikertas itu

Hingga kini tak ternama kertas putih lagi

Sebuah tinta emas lalu tertuang di pena

Mengisi barisan terakhir kertas itu

San tangan lalu bimbang

Dengan tulisan yang kan tertulis

Tangan ini pun bergerak menggarakkan pena

Lalu terangkai sebuah kata yang indah

WARNA WARNI KEHIDUPAN

Selembar kertas putih tlah sempurna

Namun semua tak berhenti disini

Masih ada ribuan lembarn kertas putih yang belum terisi

By:Wahyu Mestikaningrum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Air laut


Desiran itu mulai terdengar

Disaat awan mulai menegok ke timur

Sebuah pemandangan nan indah

Luas dan meninggalkan jejak

Langit itu mulai memanas

Membuatnya makin membiru

Makin lama..,desiran itu

Terdengar begitu keras dan menggalun mendu

Terlihat beberapa dari mereka

Bermain-main disampingnya

Banyak dari mereka berteriak

Semua itu tak kan bisa habis

Disaat matahari akan tenggelam

Warnannya kian berubah mengikuti warna awan

Namun desiran-desiran itu makin menggelombang

Tak kunjung diam

Semakin langit itu terlihat tua

Desiran itu semakin menunjukkan keelokannya

Semakin indah dipandang mata

Semua itu tak pernah berhenti

Dan tak kan pernah musnah di makan waktu

Tak kan berhenti bergelombang

Hingga membuat mereka yang melihat mereka menjadi tentram

Mata-mata itu tak henti-hentinya memandang keindahan itu

Yang akan hilang bila semua ini telah tiada pula.

By:wahyu mestika n

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ALL ABOUTE YOU


Pagi yang membawa ku pada sebuah jendela pertemuan

Dimana dua pasang mata bertatapan tanda kedipan

Dan beberapa daun bejatuhan diantara kami

Diiringi tiupan angin yang menjadi saksinya

Tawaran senyum manis lalu muncul di pandangan ini

Dan tak lama terasa kehangatan dari tatapan itu

Membuat mulut ini rasanya tak ingin melepas senyum itu

Ketika awan mulai menjadi biru

Terlintas kau di sebuah pagar bersama orang lain

Bersama orang yang tak ku kenal

Saling menyapa dan menebar tawaran

Senyum ini telah berhenti di situ

Ku membisu di antara lalu lalang mereka

Disaat langit mulai kemerah-merahan

Ku telah sedikit lupa tentang kau

Namun tak begitu lama

Aku lihat sebuah tulisan mu yang menyapaku

Bimbang hati ini harus menanggapinya

Senyumkah ataukah membisu di depannya

Ingin rasanya ku tak membalasnya namun apa daya ku

Hati ku begitu lunak di depannya

Dan saat menjelang ku tutup mata ini

Ku teringan semua tentangnya hari ini

Pertanyaan itu memenuhi fikiranku

Ku ingin tahu siapa aku ini di hidupmu, lalu

Ku tutup hari ini dengan bayang-bayang mu di hari ini

Dan semua itu terjadi di setiap lembaran kehidupan setelah aku bertemu dirimu

By: w.mestika.n

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEHENINGAN (Malam di sebuah pesisir)


Malam di sebuah pesisir

Kertipan bintang itu mulai bermunculan

Disaat semua terenung diam

Kala petang malam makin melarut

Tak ada suara sedikit pun dari sang laut

Sehembus dekuran ombak pun tak ada

Yang tertinggal hanyalah kegelapan yang merubah warna laut

Tak ada suara lalu lalang sebuah keramaian

Yang ada hanya denting jam tangan yang berirama sendu

Tak ada sebuah pembicaraan dari orang

Yang ada hanya jejak kaki mereka yang terhapus angin dan gulungan air pantai

Semakin terasa hening di saat sang rembulan kan berjalan makin ke atas

Terasa seperti tak ada kehidupan.

BY: Wahyu Mestikaningrum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEPI


Dikala ku terbangun dan melihat

Tampak sebuah dukungan dari sang cahaya

Tuk ku bisa berdiri, merangkak dan berlari

Mengikuti arah sang mentari

Diatas kehidupan yang sunyi

Tiada kesalahan dan kebenaran

Tiada keraguan tuk bertindak

Tiada kesedihan dan kesenangan

Semua terjadi tanpa ada rasa

Hidup yang hanya dihiasi sebutir padi

Yang tumbuh diatas tanah tandus

Tiada hujan yang turun

Hanya seuntai kehidupan sendiri

Tenggok kanan,kiri tiada penghantar hidup ini

Sesaat seekor laba-laba hinggap menemani lalu pergi tanpa jejak

Sesekali ada burung yang turun

Lalu dia terbang lagi

Semua kan terus berjalan

Meski tiada siapa-siapa lagi

Angin terus memaksa kaki ini tuk berlari

Mencari benda hidup

Yang bisa menemani sampai akhir nanti

By:wahyu Mestikaningrum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS